-->

Iklan

Menikmati Kesejukan Kawasan Curug Layung Bandung

5 Juli 2020, 17:34 WIB Last Updated 2020-07-05T10:40:52Z
Curug Layung yang termasuk dalam kawasan Cisarua Bandung yaitu merupakan air terjun alami di area hutan pinus dan bumi perkemahan. Meski tidak memiliki ketinggian yang fantastis, air terjun ini memiliki daya tariknya sendiri. Airnya yang jernih mengalir di lahan berundak dan dikelilingi area hutan nan asri, memberikan ketenangan yang jauh dari keramaian kota.


Curug Layung adalah salah satu tempat wisata alam Bandung yang pas untuk kantong kita.
Curug ini berlokasi di air terjun yang keberadaannya berada di aliran sungai Cimahi.
Curug ini sempat di tutup oleh Negara, karena dulu termasuk dalam kawasan pelatihan Kopassus atau Korp Pasukan Khusus.

Namun, di tahun 2019 akhirnya curug ini kembali dibuka dan bisa difungsikan hingga saat ini.
Curug ini ada di ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut.
Sehingga, tak heran jika curug ini dikelilingi dengan pemandangan yang sangat menakjubkan mata.
Tempat wisata alam Bandung ini sangat pas untuk menghabiskan waktu liburan anda



Curug Layung termasuk dalam wisata alam yang bisa dinikmati dengan harga terjangkau. Harga tiket untuk berkemah pun tidak memberatkan jika melihat fasilitas lengkap yang ditawarkan.

Pengunjung bisa bertandang ke objek wisata ini setiap hari. Air terjun ini dibuka selama 24 jam dan bisa diakses dengan mudah. Biasanya, Curug Layung ramai dikunjungi pada akhir pekan atau masa liburan.
Baca Juga ; Wisata alam terbaik di pangandaran

Foto: Google Maps/Aisyah El Sayed

Di samping air terjun, Curug Layung juga memiliki fasilitas bumi perkemahan,. Curug Layung adalah air terjun yang berada di kawasan kaki Gunung Tangkuban Perahu, Kabupaten Bandung Barat. Air terjun ini berada di balik area hutan pinus dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Luas area wisatanya mencapai 10 hektare dan berada di bawah naungan Perhutani KPH Bandung Utara.

Karakteristik air terjunnya memang tidak setinggi air terjun pada umumnya. Namun, Curug Layung memiliki keistimewaan dengan tiga tingkat air terjun yang dimilikinya. Selain keindahan panorama alam, Curug Layung juga memiliki bumi perkemahan luas dengan pemandangan Gunung Tangkuban Perahu yang indah.

Foto: Google Maps/Adolf Hitler

Ada dua cara yang bisa ditempuh untuk mencapai kawasan wisata Curug Layung. Pertama, melalui pintu gerbang utara. Jalannya lebih mudah dan bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat. Dari gerbang masuk, pengunjung cukup berjalan sedikit dan langsung tiba di bumi perkemahan di tengah hutan pinus.


Foto: Google Maps/Ridwan Hamjah

Cara kedua adalah trekking dari gerbang bawah. Jalan dari gerbang ini akan membawa pengunjung ke hutan dan melewati beberapa curug yang termasuk dalam Curug Tilu.

Karena waktu tempuh dan tingkat rintangannya yang cukup menantang, jalur ini lebih cocok untuk non-amatir. Meski cukup melatih otot kaki, namun pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan perkebunan teh yang hijau.

 Foto: Google Maps/Dirty Jeep Channel

Dari gerbang masuk, pengunjung harus berjalan sekitar 500 meter hingga 1 kilometer lagi untuk mencapai lokasi air terjun. Perjalanan yang singkat akan terasa menyenangkan karena melintasi area hutan pinus yang menawan.

Jalan setapak pun dihiasi oleh berbagai spot foto dan terowongan dari ranting pohon yang dibiarkan tidak dipoles. Selain menimbulkan kesan alami, terowongan ini juga cantik untuk difoto.


Foto: Google Maps/Zaki Ahmad

Mendekati lokasi, pengunjung mungkin tidak akan mendengar suara aliran deras air khas air terjun. Ini karena Curug Layung memang tidak mengalir dari tempat yang terlalu tinggi. Namun, airnya yang sejuk mengalir di tanah berundak dengan tiga tingkat.

Setiap tingkat memiliki sungai atau leuwi dengan ukuran yang berbeda, namun kedalamannya tidak seberapa. Tingkat pertama merupakan curug utama dengan telaga berukuran sedang.

Dipisahkan oleh jembatan bambu dan batu, di tingkat kedua terdapat air terjun kecil dengan telaga memanjang yang tak kalah jernih. Sementara tingkat ketiga merupakan air terjun paling tinggi dan lebar dengan beberapa aliran air yang deras.




Air terjun ketiga ini dikenal sebagai “Niagara Kecil” karena tampak seperti air terjun asal Amerika Serikat tersebut. Di bawahnya, mengalir sungai dangkal dengan sedikit bebatuan. Meski jauh dari air terjun utama, areanya yang luas untuk bermain air juga jadi memiliki penggemar sendiri di kalangan wisatawan.

Foto: Google Maps/Sikasep Tea

Selain populer oleh air terjunnya yang unik, Curug Layung juga merupakan kawasan bumi perkemahan. Lokasinya berada di tengah kawasan hutan pinus yang menjadi salah satu jalur trekking yang dilintasi untuk menuju air terjun.

Areanya luas dan menyajikan pemandangan langsung ke Gunung Tangkuban Perahu. Pepohonan yang cukup rapat bisa dijadikan tempat untuk menggantungkan hammock sebagai tempat bersantai.
Baca Juga ; Beningnya Mata Air Cimincul Sebening Kristal

Foto: Google Maps/adithelionheart adi

Di pinggiran hutan, tepatnya di bagian yang bersisian dengan tebing dan jurang, didirikan beragam dek panorama. Dek ini dibuat dari kayu dan ranting pohon.

Bentuknya beraneka ragam, mulai dari balkon sederhana hingga kursi dan perahu melayang. Panorama sekitarnya menakjubkan, jangan sampai terlewat untuk diabadikan dengan kamera.


Foto: Google Maps/Sisi Harliansi

Curug Layung juga memiliki sudut foto unik lainnya. Sudut tersebut terbuat dari sampah botol yang berserakan di dalam area wisata. Dengan kejelian dan kreativitas, dibuatlah spot foto berwarna-warni yang menarik.

Selain cantik, keberadaan spot ini juga menjadi pengingat bagi pengunjung agar bersama menjaga kebersihan dengan tidak sembarangan dalam membuang sampah.

Curug Layung dilengkapi fasilitas yang memadai, yaitu area parkir, bumi perkemahan, toilet dan kamar mandi, mushola, serta warung-warung. Jalur trekking menuju kawasan hutan pinus dan curug sudah tertata dengan baik sehingga nyaman untuk dilalui.

Curug Layung terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tidak adanya angkutan umum yang melewati lokasi air terjun membuat objek wisata ini. Lebih mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi roda empat atau dua. Kawasan wisata ini tidak terlalu jauh dari keramaian Lembang serta bisa dicapai dari Cimahi.


Komentar

Tampilkan

Terkini