• Jelajahi

    Copyright © 2019- Garut Selatan Net Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Header

    18 Bahaya Sering Menahan BAB, Bisa Picu Penyakit Serius!

    Admin One
    Editor: Garutselatan.Net
    Iklan
    Baca Juga
    18 Bahaya Sering Menahan BAB, Bisa Picu Penyakit Serius! - Sistem pencernaan adalah salah satu sistem vital dalam tubuh kita. Menjalankan fungsi yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
     
    Bahaya Sering Menahan Buang Air Besar


    Salah satu kebiasaan yang sering diabaikan adalah menahan buang air besar (BAB) saat sedang merasakan dorongan. Padahal, menahan BAB secara terus-menerus dapat menyebabkan dampak buruk pada kesehatan kita. 

    Dalam artikel ini, kita akan melihat bahaya-bahaya yang terkait dengan sering menahan BAB dan bagaimana hal ini bisa memicu penyakit yang berbahaya.

    Apa itu menahan BAB?


    Sebelum kita membahas bahaya-bahaya menahan BAB, penting untuk memahami apa itu menahan BAB. Menahan BAB adalah tindakan menunda atau menghentikan proses buang air besar saat sedang merasakan dorongan. 

    Hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan, termasuk kesibukan, ketidaknyamanan, atau kebiasaan yang salah.

    Dampak Buruk Menahan BAB Secara Terus-Menerus


    1. Peningkatan risiko sembelit: Salah satu dampak yang paling umum dari menahan BAB adalah peningkatan risiko sembelit. 

    Saat kita menahan BAB, tinja yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh terus bertahan di dalam usus, membuatnya semakin kering dan sulit untuk dikeluarkan. Ini dapat menyebabkan sembelit yang kronis dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan.

    2. Kerusakan pada sistem pencernaan: Menahan BAB secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan. Proses pencernaan yang seharusnya berjalan lancar menjadi terhambat, menyebabkan gangguan pada penyerapan nutrisi, peradangan, dan iritasi.

    3. Meningkatkan risiko wasir dan fisura anus: Salah satu bahaya serius dari menahan BAB adalah peningkatan risiko terkena wasir dan fisura anus. 

    Saat menahan BAB, tekanan dalam saluran pencernaan meningkat secara signifikan. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus dan retakan pada dinding anus. Kondisi ini sangat menyakitkan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

    4. Keracunan makanan: Menahan BAB juga dapat menyebabkan keracunan makanan. Saat tinja tertahan dalam usus, bakteri berbahaya dapat berkembang biak dan menghasilkan racun. 

    Jika racun-racun ini diserap kembali ke dalam tubuh, dapat menyebabkan gejala keracunan makanan seperti mual, muntah, diare, dan bahkan kondisi yang lebih serius.

    5. Divertikulitis: Menahan BAB secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko terkena divertikulitis. 

    Divertikulitis adalah kondisi di mana terbentuk kantung-kantung kecil pada dinding usus yang meradang dan terinfeksi. Hal ini dapat menyebabkan nyeri perut yang hebat, demam, dan bahkan abses.

    6. Peritonitis: Salah satu bahaya yang sangat serius adalah peritonitis. Menahan BAB dapat menyebabkan pecahnya usus atau apendiks, yang mengakibatkan peradangan pada lapisan perut yang disebut peritoneum. 

    Artikel Pilihan: 6 Kebiasaan Orang Indonesia Yang Ternyata Salah Secara Medis


    Peritonitis adalah kondisi medis yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan segera.

    7. Penyakit radang usus: Menahan BAB dapat memicu penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa. Kondisi-kondisi ini ditandai dengan peradangan kronis pada saluran pencernaan, yang menyebabkan gejala seperti diare, nyeri perut, dan penurunan berat badan.

    8. Kanker usus: Bahaya terbesar dari menahan BAB adalah peningkatan risiko terkena kanker usus. 

    Saat tinja terperangkap dalam usus untuk waktu yang lama, zat-zat berbahaya dalam tinja dapat menumpuk dan menyebabkan perubahan pada sel-sel usus yang berpotensi menjadi kanker. Kanker usus adalah kondisi yang serius dan dapat mengancam nyawa.

    9.  Ambeien: Ambeien terjadi berawal dari sembelit. Kebiasaan menunda buang air besar hingga terlalu lama akan menyebabkan ambeien. Seperti yang Anda ketahui bahwa ambeien bisa menyebabkan ketidaknyamanan bahkan rasa sakit pada anus, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

    10. Obstruksi usus: Mengerasnya fases di dalam usus akibat menahan BAB terlalu sering, akan menyebabkan obstruksi usus. 

    Penyakit ini biasanya akan mengganggu saluran pencernaan karena makan dan juga cairan tidak dapat dicerna dengan baik. Kondisi ini juga bisa disebabkan karena adanya kompilasi dari perlengketan usus, kanker usus besar, dan hernia.

    11. Kanker usus besar: Penyakit yang akan timbul akibat menahan BAB terlalu sering adalah kanker usus besar. Hal ini disebabkan karena fases yang lama tertahan di dalam usus berkontak lama dengan sel-sel permukaan usus besar. 

    Penyakit ini cukup berbahaya, sehingga Anda harus segera melakukan penanganan ke rumah sakit.

    12. Komplikasi: Bahaya menahan BAB menyebabkan kotoran mengeras dan menumpuk dalam pencernaan. Dalam kasus yang paling jarang terjadi, kebiasaan ini dapat menyebabkan masalah peredaran darah, masalah jantung, dan kram.

    Komplikasi ini paling sering terjadi pada orang tua atau mereka yang jarang bergerak atau beraktivitas, terutama yang menggunakan obat opioid berat. Jika kondisinya parah dan tidak segera mendapatkan penanganan, kemungkinan buruknya akan menyebabkan kematian.

    13. Fisura anal: Semakin sering Anda menahan BAB, akan semakin sulit Anda untuk BAB. Kebiasaan ini dapat menyebabkan fisura anal atau fisura ani, robekan kecil dan luka pada jaringan tipis yang lembap (mukosa) yang melapisi lubang anus. 

    Kondisi ini menyebabkan sedikit perdarahan karena kesulitan BAB atau feses yang keras. Kemungkinan Anda juga berisiko mengalami kejang pada cincin otot di ujung anus (anal sphincter).

    Fisura anus mungkin memerlukan obat atau terkadang tindakan pembedahan, pada beberapa orang.

    14. Impaksi tinja: Penumpukan tinja dalam pencernaan akibat menahan BAB juga dapat menyebabkan impaksi tinja. 

    Seperti dilansir Medical News Today, impaksi tinja adalah kondisi usus yang parah di mana tinja yang keras dan kering tersangkut di usus besar atau dubur. Tinja yang tidak bergerak ini akan menghambat pencernaan dan menyebabkan penumpukan.

    Jika tidak ditangani, impaksi tinja dapat menyebabkan kerusakan yang parah.  Sebaiknya segera temui dokter bila mengalami salah satu gejala impaksi tinja.

    15. Infeksi bakteri: Bahaya menahan BAB terlalu sering akan semakin keras feses yang menumpuk dalam usus besar. Penumpukan feses ini mengakibatkan pencernaan tidak mampu membuang racun.

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, fisura ani atau robekan pada lubang anus berisiko mengalami infeksi bakteri akibat kontaminasi tinja.

    Penumpukan feses juga berisiko menginfeksi usus karena racun yang menumpuk dalam pencernaan. Akibatnya usus mengalami peradangan.

    16. Prolaps rektum: Seperti dilansir WebMD, rektum adalah bagian terakhir dari usus besar yang berakhir di anus. Ketika Anda mengalami sembelit kronis akibat menahan BAB, rektum meregang dan menonjol keluar anus. Terkadang hanya sebagian dari rektum menonjol keluar.

    Prolaps rektum bisa menyakitkan dan bisa menyebabkan pendarahan. Terkadang sulit untuk membedakan apakah Anda mengalami prolaps rektum atau wasir, karena kedua kondisi ini menyebabkan rektum menonjol keluar dari anus, namun keduanya berbeda.

    17. Megarectum: Bahaya menahan BAB berikutnya dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai megarectum, di mana rektum membesar sebagai akibat dari konstipasi kronis.

    Perawatan kondisi ini biasanya menggunakan obat pencahar setiap hari tetapi pembedahan atau operasi mungkin diperlukan dalam kasus-kasus tertentu.

    18. Berisiko kematian: Jika tinja tumpah ke dalam rongga perut, bakteri dapat menyebabkan gejala parah dan bahkan mengancam jiwa.

    Sebuah studi pada 2015, seperti dilansir Healthline, menemukan bahwa penumpukan tinja di usus meningkatkan jumlah bakteri dan menimbulkan peradangan jangka panjang pada lapisan dalam usus besar. Kondisi ini merupakan faktor risiko kanker.

    Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bahaya menahan BAB mungkin juga berisiko terhadap radang usus buntu dan wasir.

    Dampak menahan BAB pada kesehatan mental


    Menahan BAB juga dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang. Rasa tidak nyaman, ketegangan, dan frustrasi yang disebabkan oleh menahan BAB dapat mengganggu keseimbangan emosional. Hal ini dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan bahkan depresi pada jangka panjang.

    Langkah Pencegahan


    Untuk mencegah bahaya-bahaya yang terkait dengan menahan BAB, ada beberapa langkah yang dapat diambil:

    1. Membangun kebiasaan buang air besar teratur: Penting untuk membiasakan diri dengan kebiasaan buang air besar teratur setiap hari. Jadwalkan waktu setiap hari untuk duduk di toilet dan memberikan waktu yang cukup untuk melengkapi proses buang air besar.

    2. Perhatikan pola makan: Pola makan yang sehat dan seimbang sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. 

    Konsumsilah makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Hindari makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, gula, dan makanan olahan yang sulit dicerna.

    3. Konsumsi serat cukup: Serat memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Pastikan untuk mendapatkan asupan serat yang cukup setiap hari. Jika perlu, Anda dapat menggunakan suplemen serat yang direkomendasikan oleh dokter.

    4. Minum air yang cukup: Mengonsumsi air yang cukup sangat penting untuk menjaga kelembaban dan kelancaran saluran pencernaan. Pastikan Anda minum setidaknya 8 gelas air per hari.

    5. Hindari menunda keinginan buang air besar: Jika Anda merasakan dorongan untuk buang air besar, segeralah pergi ke toilet. Jangan menunda atau menahan dorongan tersebut.

    Tips Menahan BAB saat Kondisi Darurat


    Jika Anda sedang rapat, bertemu orang, atau kesulitan mencari toilet untuk buang air besar, Anda bisa mengendalikan otot-otot pencernaan untuk menunda BAB, berikut di antaranya:

    a. Kencangkan kedua sisi pantat Anda. Cara ini dapat membantu menjaga otot rektum Anda tetap tegang.

    b. Hindari jongkok. Cobalah untuk berdiri atau berbaring saja. Tips menahan BAB yang satu ini bukan posisi alami untuk BAB dan dapat mengelabui tubuh Anda agar tidak BAB.

    c. Tataplah tenang dan jangan panik. Bersikap tenang dapat menahan BAB. Biasanya seseorang akan panik ketika ingin BAB. Jika tidak mampu mengandalikan kepanikan, justru keinginan untuk BAB akan meningkat.

    Penting untuk diingat! Tips ini hanya dilakukan ketika keadaan darutat yang mengharuskan Anda untuk menahan BAB.

    Nah, itu dia bahaya menahan BAB yang berdampak pada kesehatan Anda. Mulai sekarang cobalah BAB secara teratur dan hindari menahan BAB ya, Sobat GSN!

    Akhir Kata


    Menahan buang air besar secara terus-menerus dapat memiliki dampak buruk yang serius pada kesehatan kita. 

    Bahaya-bahaya tersebut meliputi risiko sembelit, kerusakan pada sistem pencernaan, peningkatan risiko wasir dan fisura anus, keracunan makanan, divertikulitis, peritonitis, penyakit radang usus, dan bahkan kanker usus. 

    Selain itu, menahan BAB juga dapat berdampak pada kesehatan mental kita. Oleh karena itu, penting untuk membangun kebiasaan buang air besar teratur, memperhatikan pola makan, mengonsumsi serat cukup, dan tidak menunda dorongan untuk buang air besar.


    Baca Artikel Menarik lainnya di Google News GARUTSELATAN.NET

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Game

    +