-->

Iklan

Telusur Sejarah Singkat Kabupaten Garut

28 Juni 2020, 18:32 WIB Last Updated 2020-06-28T11:44:09Z
Kabupaten Garut, adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sumedang di utara, Kabupaten Tasikmalaya di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung di barat.





Keindahan dan kesejukan alam priangan berpadu-padan dengan kekayaan produk budaya masyarakatnya. Garis pantai-nya yang terpanjang di Jawa Barat juga melengkapi rangkaian pegunungannya. 


Asal Mula Nama Kabupaten Garut

Garut sempat mendapat julukan sebagai kota Intan oleh presiden pertama Republik Indonesia, Seokarno. Saat itu Garut menjadi kabupaten terbersih.

Nah, sejarah adanya kabupaten Garut sendiri berawal dari kabupaten Limbangan yang dibubarkan pada 1811 oleh Daendles saat itu.

Alasan pembubaran kabupaten Limbangan adalah karena produksi kopi dari kabupaten Limbangan menurun drastis.
Baca Juga ;  Asal Mula Situ Bagendit  Garut

Selain itu, pemindahan ibukota kabupaten Limbangan yang selalu terkena bencana alam banjir juga menjadi alasan lain terbentuknya kabupaten Garut, nih, teman-teman.

Akhirnya pada 16 Februari 1813, Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles memerintahkan adanya pembentukan Kabupaten Limbangan di kota Suci.
Namun kota Suci ternyata tidak memenuhi syarat untuk menjadi kabupaten, karena wilayahnya yang dinilai terlalu sempit.


Hal ini kemudian membuat bupati Limbangan saat itu, yaitu Adipati Adiwijaya membentuk tim khusus yang ditugaskan untuk mencari lokasi yang tepat utuk dijadikan pengganti kabupaten Limbangan.

Ada beberapa tempat yang diusulkan untuk menjadi pengganti kabupaten Limbangan, Pertama adalah kawasan Cumurah yang terletak sekitar tiga kilometer sebelah barat Suci yang sekarang dikenal dengan nama Pidayeuheun.

Sayangnya di Cumurah air bersih langka, teman-teman, sehingga kawasan ini tidak cocok untuk dijadikan sebagai kabupaten.

Tim khusus tadi kemudian pergi ke arah barat sekitar lima kilometer dari Suci dan menemukan wilayah yang dinilai cocok menjadi kabupaten.

Wilayah kedua ini memiliki tanah yang subur, mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk, dan pemandangan yang indah karena dikelilingi beberapa gunung.

Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas, dan Gunung Karacak mengelilingi kawasan ini.

Saat seorang anggota tim sedang mencari sumber mata air berupa telaga kecil yang tertutupi oleh semak berduri atau Marantha, tangannya tidak sengaja tergores duri hingga berdarah, nih, teman-teman.
Baca Juga ; Ingi Tahu Asal Mula  Candi Cangkuang! 

Dalam bahasa Sunda, tergores mempunyai istilah yang disebut sebagai kakarut.

Nah, seorang Eropa yang ikut dalam pencarian atau ekspedisi ini menanyakan kenapa tangan anggota ekspedisi tersebut berdarah.

Oleh anggota tim itu, ia menjawab "kakarut" yang kemudian penyebutannya diikuti oleh orang Eropa tadi.

Karena belum fasih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Sunda, menyebabkan orang Eropa tadi menyebut "kakarut" menjadi "gagarut".

Dari salah penyebutan istilah inilah, tim khusus tadi menamakan tanaman berduri tadi dengan sebutan "Ki Garut" dan telaga yang ditemukan diberi nama "Cigarut".

Nah, dari nama "Cigarut" yang diberikan untuk telaga tadi, kemudian muncullah nama "Garut" yang digunakan untuk menjadi ibu kota Kabupaten Limbangan.
Komentar

Tampilkan

Terkini